Penelitian ini membahas terkait Perlindungan Hukum Terhadap Pemenang Lelang Atas Barang Lelang Yang Dikuasai Pihak Debitur. Suatu permasalahan yang terjadi yakni masih banyaknya pemenang lelang yang tidak dapat mengusai objek lelang yang dimenangkannya, maka dari itu pemenang lelang harus mendapat perlindungan atau kepastian hukum terhadap hak pemenang lelang atas objek eksekusi yang dibelinya. Terkait pelelangan akan menimbulkan prestasi berupa penyeraha objek oleh penjual tersebut menimbulkan akibat hukum berupa peralihan hak dari penjual kepada pembeli lelang. Peralihan hak tersebut seringkali memunculkan permasalahan seperti tidak dikuasainya objek secara fisik, serta pembatalan lelang akibat putusan Pengadilan Negeri. Penelitian ini lakukan untuk mengetahui perlidungan hukum terhadap pemenang lelang atas barang lelang yang dikuasai pihak debitur. Metode penelitian yang digunakan dalam pembahasan ini adalah metode pendekatan yuridis normatif yaitu dengan menelusuri, mengkaji dan meneliti data sekunder bidang hukum yang ada sebagai data kepustakaan dengan menggunakan metode deduktif. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis data normatif kualitatif merupakan analisis data yang berasal dari informasi-informasi tanpa rumusan matematis dan angka. Hasil penelitian ini, menunjukan bahwa faktor yang menyebabkan tidak jelasnya kepastian hukum tentang perlindungan hukum terhadap pemenang lelang karena undang-undang tidak memberikan perlindungan khusus terhadap pemenang lelang.Padahal pemenang lelang adalah pembeli yang beritikad baik yang membantu menyelesaikan permasalahan keuangan Negara. Dalam hal eksekusi berdasarkan pasal 20 UUHT, pemenang lelang dapat melakukan eksekusi terhadap objek hak tanggungan. Namun apabila mendapatkan kendala, maka pemenang lelang dapat dapat meminta bantuan pengadilan untuk melakukan eksekusi terhadap objek lelang tersebut. Kata Kunci : perbuatan melawan hukum, perjanjian, eksekusi lela

Fitri Astuti Pertiwi , 2021 Penelitian ini membahas terkait Perlindungan Hukum Terhadap Pemenang Lelang Atas Barang Lelang Yang Dikuasai Pihak Debitur. Suatu permasalahan yang terjadi yakni masih banyaknya pemenang lelang yang tidak dapat mengusai objek lelang yang dimenangkannya, maka dari itu pemenang lelang harus mendapat perlindungan atau kepastian hukum terhadap hak pemenang lelang atas objek eksekusi yang dibelinya. Terkait pelelangan akan menimbulkan prestasi berupa penyeraha objek oleh penjual tersebut menimbulkan akibat hukum berupa peralihan hak dari penjual kepada pembeli lelang. Peralihan hak tersebut seringkali memunculkan permasalahan seperti tidak dikuasainya objek secara fisik, serta pembatalan lelang akibat putusan Pengadilan Negeri. Penelitian ini lakukan untuk mengetahui perlidungan hukum terhadap pemenang lelang atas barang lelang yang dikuasai pihak debitur. Metode penelitian yang digunakan dalam pembahasan ini adalah metode pendekatan yuridis normatif yaitu dengan menelusuri, mengkaji dan meneliti data sekunder bidang hukum yang ada sebagai data kepustakaan dengan menggunakan metode deduktif. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis data normatif kualitatif merupakan analisis data yang berasal dari informasi-informasi tanpa rumusan matematis dan angka. Hasil penelitian ini, menunjukan bahwa faktor yang menyebabkan tidak jelasnya kepastian hukum tentang perlindungan hukum terhadap pemenang lelang karena undang-undang tidak memberikan perlindungan khusus terhadap pemenang lelang.Padahal pemenang lelang adalah pembeli yang beritikad baik yang membantu menyelesaikan permasalahan keuangan Negara. Dalam hal eksekusi berdasarkan pasal 20 UUHT, pemenang lelang dapat melakukan eksekusi terhadap objek hak tanggungan. Namun apabila mendapatkan kendala, maka pemenang lelang dapat dapat meminta bantuan pengadilan untuk melakukan eksekusi terhadap objek lelang tersebut. Kata Kunci : perbuatan melawan hukum, perjanjian, eksekusi lela Skripsi

Abstract

Kesehatan adalah kebutuhan setiap manusia yang harus dipenuhi oleh negara identifikasi, jika kewenangan pengawasan untuk mencegah adanya korban dari terlambatnya upaya penarikan obat dan makanan berbahaya bagi kesehatan atau tidak dilakukan dengan baik, tentunya terdapat suatu hubungan kausalitas (sebab – akibat) dari adanya perbuatan hukum penarikan backward dan forward yang dilakukan BPOM dengan pelaku –pelaku usaha, Identifikasi masalah yang di gunakan adalah mengenai perbuatan melawan hukum pelaku usaha dan Pertanggungjawaban Hukum Pelaku Usaha Dalam Melakukan Pengedaran Obat Dan Makanan Berbahaya Menurut Peraturan Kepala BPOM Nomor 22 Tahun 2017 Tentang Penarikan Pangan Dari Peredaran? Metode pendekatan terhadap data dan bahan hukum dilakukan dengan cara yuridis normatif, Spesifikasi penelitian dilakukan secara deskriptif analitis Analisis terhadap data dan bahan hukum, Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan empiris, maka didapatkan sumber data empiris tersebut yang terdiri bahan hukum primer yaitu UU terkait, Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara Studi kepustakaan. Tahap analisis data dilakukan dengan menganalisa data Primer dan sekunder. Praktik Peredaran Obat Dan Makanan Berbahaya yang dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum dilakukan Oleh BPOM melalui fungsi pengawasannya, pengawasan tersebut dilakukan dengan cara mengambil sampel kemudian memberikan penilaian bahan makanan dan obat tersebut berbahaya dikategorikan pda kelas 1 dan kelas 2 dapat dilakukan penegakan hukum, penarikan (recall) dari peredaran, pertanggungjawaban hukum bagi pelaku usaha yang melakukan penambahan pangan (BTP) berupa zat berbahaya (kelas 2,3, dan 4) dalam produk-produk obat dan atau makanan usaha mereka dinilai upaya BTP tersebut merupakan yang upaya terselubung dan Pertanggungjawaban Hukum terhadap Pelaku Usaha di simpulkan tidak menyeluruh, tidak ada efek jera , mangingat banyaknya pelaku usaha yang melakukan BTP dengan zat berbahaya kelas 2,3, dan 4 akan menyulitkan pengawasan BPOM di lapangan. Kata Kunci : Pengawasan ,BPOM, Perlindungan.

Citation:
Author:
Fitri Astuti Pertiwi
Item Type:
pdf
Subject:
skripsi
Date:
2021