PENERAPAN SANKSI REHABILITASI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DITINJAU BERDASARKAN ASPEK VIKTIMOLOGI

MEIDYA VALERINA 41151010210188, 2025 PENERAPAN SANKSI REHABILITASI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DITINJAU BERDASARKAN ASPEK VIKTIMOLOGI Skripsi

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai penerapan sanksi rehabilitasi terhadap pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika ditinjau berdasarkan aspek viktimologi. Permasalahan yang berkaitan dengan kejahatan narkotika di Indonesia tidak hanya berdampak pada individu penggunanya, tetapi juga menimbulkan dampak sosial, ekonomi, dan psikologis bagi masyarakat luas. Dalam perspektif viktimologi, pelaku perlindungan narkotika dipandang bukan semata-mata sebagai pelaku kejahatan, tetapi juga sebagai korban dari penyalahgunaan narkotika itu sendiri. Oleh karena itu, penulis bertujuan untuk menganalis mengenai penerapan sanksi rehabilitasi terhadap pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan Implementasi aspek viktimologi dalam penerapan sanksi rehabilitasi terhadap pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif. Pendekatan yuridis normatif adalah metode penelitian hukum yang berfokus pada studi peraturan perundang-undangan, teori, dan konsep hukum untuk menganalisis hukum positif yang berlaku terkait dengan penerapan sanksi rehabilitasi terhadap pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika ditinjau berdasarkan aspek viktimologi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan sanksi rehabilitasi sejalan dengan tujuan viktimologi, yaitu memberikan perlindungan, pemulihan, dan pemenuhan hak bagi korban, serta mencegah timbulnya korban baru dalam masyarakat meskipun dalam proses penerapannya masih ditemukan beberapa kendala seperti dalam hal regulasi, kurangnya fasilitas tempat rehabilitasi dan stigma buruk dari masyarakat terhadap penyalah guna narkotika. Implementasi aspek viktimologi dalam penerapan sanksi rehabilitasi terhadap penyalah guna narkotika merupakan kebijakan hukum yang tepat. Data empiris menunjukkan bahwa ribuan penyalah guna telah direhabilitasi setiap tahun, baik melalui lembaga negara maupun yayasan swasta. Praktik rehabilitasi seperti di Pondok Inabah menunjukkan bahwa aspek spiritual dan mental juga mendapat perhatian serius dalam proses pemulihan korban. Meski menghadapi berbagai kendala seperti stigma sosial, keterbatasan fasilitas, dan tingginya biaya, namun arah kebijakan ini sudah sesuai dengan semangat perlindungan korban yang menjadi inti dari viktimologi. Kata Kunci: Sanksi Rehabilitasi, Penyalah Guna, Narkotika, Viktimolog

Citation:
Author:
MEIDYA VALERINA 41151010210188
Item Type:
pdf
Subject:
skripsi
Date:
2025