PENERAPAN SOCIAL JUSTICE TERHADAP PELAKU KELALAIAN YANG MENGAKIBATKAN KORBAN MENINGGAL DUNIA DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN

PENERAPAN SOCIAL JUSTICE TERHADAP PELAKU KELALAIAN YANG MENGAKIBATKAN KORBAN MENINGGAL DUNIA DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN, 2023 PENERAPAN SOCIAL JUSTICE TERHADAP PELAKU KELALAIAN YANG MENGAKIBATKAN KORBAN MENINGGAL DUNIA DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN Skripsi

Abstract

Lalu Lintas merupakan salahsatu akses yang memudahkan bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan perekonomiannya, tanpa adanya Lalu Lintas Manusia sulit untuk menuju ke tempat pekerjaan atau melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan pengguna jalan raya. Jumlah kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan, salah satunya kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan meninggal dunia. Salah satu penyebab yang paling sering terjadinya kecelakaan yaitu kelalaian, seperti pengemudi kehilangan konsentrasi, lelah dan mengantuk, pengaruh dari alkohol dan obat, menggunakan ponsel saat berkendara. Dalam perkembangan teknologi media massa berkembang dengan sangat pesat, bahwa media massa berperan aktif sebagai alat Control Social dan merupakan alat informasi yang mempengaruhi pertimbangan hakim dalam penjatuhan putusan. Sehubungan dengan hal tersebut terdapat beberapa permasalahan yang harus dikaji diantaranya Penerapan Social Justice dan Pengaruh dari Atensi Masyarakat dan Media terhadap kasus kelalaian (Culpa) Kecelakaan Lalu Lintas yang bertujuan untuk memahami dan menganalisis Penerapan Social Justice dan Pengaruh Atensi masyarakat dan Media Terhadap Putusan Haim pada kasus Kelalaian (Culpa) Kecelakaan Lalu Lintas. Metode pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan metode yurudis normative yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara mengkaji dan menguji data sekunder yang berupa hukum positif khususnya di bidang hukum pidana. Spesifikasi penelitan ini adalah deskriptif analitis yaitu menggambarkan secara sistematis fakta-fakta dan permasalahan yang diteliti sekaligus menganalisis peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menganalisis data dan menarik kesimpulan dari hasil peneletian. Metode yang digunakan dalam menganalisis data yang akan diolah dan dianalisis secara kualitatif dari data pustaka dan sumber lainnya yang kemudian di susun secara sistematis untuk dianalisis secara kualitatif dan di sajikan secara deskrptif. Hasil penelitian ini, Hakim dalam menerapkan Social Justice hanya pada kasus yang disoroti oleh Masyarakat atas dasar bahwa hakim harus memenuhi rasa keadilan yang tumbuh dimasyrakat karena kasus tersebut mendapatkan atensi dari publik, atensi publik sangat berpengaruh dalam proses penerapan sanksi pidana karena dalam memberikan putusan hakim memperhatikan Social Justice dan memperhatikan atensi publik terhadap Kasus Kelalaian mengemudikan kendaraan dalam keadaan mengantuk hal ini dibuktikan dengan vonis terhadap terdakwa yang diberi hukuman 5 (lima) tahun penjara, sedangkan pada kasus kelalaian akibat mengemudi dalam keadaan mabuk hanya dihukum 1 tahun penjara yang secara jelas bahwa mabuk adalah suatu pebuatan yang dilarang dalam masyarakat.

Citation:
Author:
PENERAPAN SOCIAL JUSTICE TERHADAP PELAKU KELALAIAN YANG MENGAKIBATKAN KORBAN MENINGGAL DUNIA DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN
Item Type:
pdf
Subject:
skripsi
Date:
2023